Google

PKS Success Story : Road To 2009 Headline Animator

Wednesday, December 12, 2007

Beberkan Trik Berpantun

Beberkan Trik Berpantun

Kegemaran berpantun terang Tifatul, bukanlah hanya sekedar gurauan belaka. Sebagai petinggi partai yang harus memberikan pidato kepada kader dan masyarakat, ia ingin pesan yang disampaikan dapat diterima oleh pendengar

PK-Sejahtera Online: Bila Presiden PKS Tifatul Sembiring belum mau menyebutkan siapa calon Presiden yang akan diusung PKS pada pemilu 2009, beda halnya dengan dengan jurus-jurus pantun yang selama ini menghiasi hampir setiap pidatonya. Tanpa dipinta, pemegang gelar insinyur ini memberitahukan trik-trik dalam berpantun.

Dalam workshop nasional bidang kehumasan (11/12), Tifatul menjelaskan bahwa untuk membuat sebuah pantun harus di mulai dengan membuat baris ketiga dan kempat yang merupakan inti dari sebuah pantun. Kemudian baru dibuat baris kesatu dan kedua. Baris pertama haruslah memiliki akhiran yang sama dengan ketiga, dan baris kedua memiliki akhiran yang senada dengan baris keempat. Sebagai contoh Tifatul menyebutkan pantun berikut:

Ma’ Cik memasak kerang dan ketam
Dicampur lada panaskan kuali
Ahmad Dahlan Walikota Batam
Orangnya berkumis ganteng sekali.

Kegemaran berpantun terang Tifatul, bukanlah hanya sekedar gurauan belaka. Sebagai petinggi partai yang harus memberikan pidato kepada kader dan masyarakat, ia ingin pesan yang disampaikan dapat diterima oleh pendengar. Karenanya ia berpantun sebagai langkah awal agar pendengar tertarik dengan apa yang ia sampaikan. “Sipendegar akan mendengarkan orang berbicara dalam 8 detik, begitu tidak ada yang menarik orang akan berpaling,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, mantan humas saat PKS masih bernama PK ini, juga memberikan materi tentang tata cara dalam berpidato. Sebagai kader dakwah, kemampuan berpidato yang menarik harus dimiliki oleh setiap kader agar pesan-pesan dakwah dapat diterima oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu Tifatul juga menjelaskan bahwa peran humas dalam suatu lembaga atau instansi sangatlah penting. Karena seorang humas harus mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat untuk memperolah citra yang positif. (Zalfa)

No comments: