Google

PKS Success Story : Road To 2009 Headline Animator

Friday, December 14, 2007

Kader PPP harus Militan bukan Mata Duitan

Kader PPP harus Militan bukan Mata Duitan
Penulis: Hillarius U Gani

JAKARTA--MEDIA: Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali mengingatkan para kader partai berlambang Ka'bah itu agar bekerja keras dan terus melakukan konsolidasi untuk meningkatkan perolehan suara dalam Pemilu 2009.

''Untuk mencapai harapan itu, kader PPP harus menjadi kader yang militan, bukan kader yang mata duitan,'' tegasnya saat membuka orientasi kader PPP tingkat nasional di Hotel Millenium, Jakarta, Jumat (14/12).

Menurutnya, ada waktunya bagi para kader untuk mencari, dan ada pula waktu untuk tidak boleh mencari uang. Karena masa depan dan wajah PPP di waktu mendatang sangat ditentukan oleh kualitas dan militansi perjuangan para kadernya.

''Hitam putihnya partai ini ke depan adalah hitam putihnya diri kita sebagai kader,'' tandasnya dalam acara yang dihadiri sektar 300 kader tingkat pusat dan wilayah itu.

Ia mengingatkan itu berkenaan dengan amanat mukernas di Bandung pada Juli lalu yang menargetkan perolehan suara PPP pada Pemilu 2009 sebesar 15%. Padahal, perolehan suara partai itu pada Pemilu 2004 hanya 8,3%.

''Target itu berat kalau hanya dipikul oleh DPP, tapi menjadi sangat ringan kalau dipikul bersama oleh seluruh kader dari tingkat pusat hingga desa-desa,'' katanya.

Angka 15%, kata dia, bukanlah sebuah ilusi tetapi merupakan keniscayaan bila semua organ partai memiliki kesadaran dan rasa tanggung jawab untuk memberikan sumbangsih kepada kepentingan partai.

Supaya bisa lebih maju dari sebelumnnya, Ketua Umum PPP yang juga Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah itu meminta kader PPP mengenali secara pasti apa yang menjadi kelemahan selama ini. ''Kalau kita memang lemah, katakan lemah. Jangan ngeles (menghindar). Kalau kita tidak tahu kelemahan, kita juga tidak tahu apa yang harus dilakukan supaya bisa kuat,'' paparnya disambut tepuk tangan.

Langkah-langkah politik yang harus dilakukan setiap kader menghadapi Pemilu 2009, katanya, yakni mempertahankan konstituen yang ada, merebut kembali konstituen yang diambil partai lain, serta aktif bersaing dengan partai lain untuk merebut pemilih baru.

''Kobarkan terus semangat mengabdi dan melayani. Karena politik adalah seni mengabdi,'' ucapnya. (Hil/OL-03)

No comments: