Google

PKS Success Story : Road To 2009 Headline Animator

Friday, December 21, 2007

Parpol Islam Akan Bentuk Aliansi

Parpol Islam Akan Bentuk Aliansi


JAKARTA - Sejumlah parpol Islam berencana akan membentuk aliansi. Harapannya, agar kekuatan politik umat Islam lebih solid. Pasalnya, berdasarkan hasil survei suara partai Islam diramalkan menurun.

Ketua DPP PBB Jamaluddin Karim mengatakan, selama ini kekuatan politik Islam tercerai berai. Akibatnya, sesuatu yang diperjuangkan sangat sulit berhasil. Meski demikian, pihaknya tidak ingin adanya fusi (penggabungan) parpol.

"Tidak harus digabung, tapi cukup aliansi atau konfederasi antar parpol Islam. Sehingga, perjuangan untuk umat Islam bisa politik digarap bersama-sama," katanya, Jumat (21/12/2007).

Jamaluddin menjelaskan, berdasarkan hasil survei lembaga-lembaga survei, ketertarikan masyarakat kepada parpol Islam kian menurun. Pihaknya menduga, hasil survei ini terkait dengan program-program parpol Islam.

Dia khawatir, selama ini parpol Islam kurang mendekatkan diri dengan masyarakat. Bahkan, bisa jadi program yang ditawarkan tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. "Program parpol harus konkrit jangan hanya simbolik," ungkap anggota Komisi II DPR ini.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum DPP PPP Chozin Chumaidy menyambut baik ide tersebut. Menurut dia, usulan aliansi tersebut sangat potensial untuk menambah kekuatan Islam.

"Kalau nanti hanya ada satu kekuatan akan sangat bagus dan potensial. Dengan itu perjuangan yang diusung lebih efektif," ujarnya.

Anggota Komisi II DPR ini menyatakan, selama ini masyarakat dibuat bingung dengan banyaknya parpol Islam. Meski demikian, pihaknya menyadari bahwa usulan tersebut tidak mudah untuk direalisasikan. Sebab, saat ini umat Islam telah terpecah ke dalam beberapa faksi sesuai degan gaya dan pemahaman keagamaan.

"Itu kesulitannya, meski begitu bukan berarti tidak bisa disatukan," ujar Wakil Ketua Pansus RUU Susduk ini.

Chozin mengusulkan dua langkah untuk menyolidkan perjuangan umat Islam.
Pertama, perlunya aliansi strategis bagi parpol Islam dalam rangka memperjuangkan kepentingan umat. Aliansi strategis itu berupa penyamaan program dan platform perjuangan dari beberapa kekuatan politik yang ada.

Kedua, membentuk konfederasi parpol Islam. Bentuk konfederasi ini bisa dilakukan di tingkat parlemen. Dengan konfederasi, parpol-parpol Islam tetap tumbuh dan berkembang di masyarakat. Tetapi, perjuangan mereka di parlemen menjadi satu.

"Eksistensi masing-masing parpol Islam tetap ada. Tapi suara mereka di parlemen menjadi satu," ujar Chozin.

Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan, parpol Islam memang harus bersatu untuk menjadi sebuah kekuatan yang diperhitungkan. Tetapi, kata dia, rencana tersebut sangat sulit direalisasikan. Sebab, faktanya kekuatan-kekuatan Islam tidak pernah bisa bersatu.

"Memang muncul kesadaran dari elite-elite parpol Islam untuk bersatu. Namun kenyataan di lapangan, banyak di antara mereka masih mengedepankan ego sektoral," ungkap Qodari.

Mengenai usulan konfederasi, Qodari menilai agak susah. Sebab, dalam UU Pemilu hal seperti itu belum dikenal. Meski demikian, pihaknya sepakat dengan ide tersebut. Untuk itu, Qodari menyarankan kepada parpol Islam untuk membawa isu tersebut dalam pembahasan RUU Pemilu.

"Usulan konfederasi pernah diusulkan oleh parpol yang tidak lolos electoral threshold (ET). Sampai sekarang usulan itu belum terealisasi," jelasnya.

No comments: