Google

PKS Success Story : Road To 2009 Headline Animator

Monday, December 17, 2007

Ramlan Surbakti: Parpol Kurang Disukai Masyarakat

Ramlan Surbakti: Parpol Kurang Disukai Masyarakat

Surabaya-RoL -- Mantan Ketua KPU Pusat, Prof Ramlan Surbakti MA PhD, mengatakan partai politik (parpol) akhir-akhir ini kurang disukai masyarakat.

"Buktinya 'swing votter' (pemilih yang suaranya berubah-ubah) cukup besar hingga 30-40 persen," katanya di Surabaya, Senin (17/12), dalam seminar "Sistem Kepartaian dan Masa Depan Ke-Indonesia-an" yang digelar Forum Rektor Indonesia (FRI) Simpul Jawa Timur.

Menurut Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu, ketidaksukaan masyarakat kepada parpol itu akibat kekuasaan parpol yang besar.

"Tapi, masyarakat tak sejahtera dengan kekuasaan yang besar itu," katanya dalam seminar yang juga menampilkan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X itu.

Kendati tidak suka, katanya, masyarakat Indonesia masih menerima hasil Pemilu atau Pilpres, namun seringkali parpol terkecoh dengan perilaku masyarakat.

"Swing votter yang besar membuat politisi tertarik membuat parpol, sehingga jumlah parpol di Indonesia cukup banyak, tapi dukungan masyarakat itu nol," katanya.

Profesor Ramlan mengatakan politisi juga sering terkecoh dengan kemenangan parpol dalam Pemilu Legislatif, tapi parpol akhirnya kalah dalam Pilkada.

"Kalau mau efektif, parpol harus menyejahterakan rakyat secara nyata, jangan berjanji akan menyejahterakan rakyat, tapi APBD hanya 40 persen untuk masyarakat," katanya.

Pandangan Profesor Ramlan Surbakti itu agaknya dibenarkan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. "Swing votter juga menunjukkan bentuk masyarakat yang tak lagi berpikir 'kami' tapi hanya berpikir 'aku' sehingga perubahan juga tak pernah terjadi," katanya.

Ia mencontohkan cara masyarakat yang suka memilih pemimpin yang teraniaya dan bukan pemimpin yang mampu membawa perubahan.

"Masyarakat juga suka memilih manajer dan bukan leader, mereka suka pemimpin yang sering muncul di media massa dan bukan pemimpin yang mampu mengubah sejarah," katanya.

Oleh karena itu, katanya, parpol harus melakukan perubahan strategi untuk menarik minat masyarakat dengan kesejahteraan dan sekaligus menyadarkan masyarakat. antara

No comments: